Kemuliaan Bulan Sya’ban

Tak terasa kita sudah melewati setengah bulan Sya’ban. Itu artinya tinggal 15 hari lagi kita akan berjumpa dengan bulan suci Ramadhan. Bulan yang selalu didamba-damba oleh seluruh umat muslim.

Sebagaimana do’a yang selalu kita lafadzkan setelah shalat,

اللَّهُمَّ بَارِكْلَنَا فِى رَجَبَ وَ شَعْبَانَ وَ بَلِّغْنَا رَمَضَانَ

Dalam do’a tersebut kita memohon keberkahan di bulan Rajab dan Sya’ban, juga memohon dipanjangkan umur agar sampai pada bulan Ramadhan. Itu artinya, terdapat keistimewaan tersendiri dalam tiga bulan mulia tersebut. Inilah dua kemuliaan bulan Sya’ban :

Rasulullah bersabda,

ذَلِكَ شَهْرٌ يَغْفُلُ النَّاسُ عَنْهُ بَيْنَ رَجَبٍ وَ رَمَضَانَ وَ هُوَ شَهْرٌ تُرْفَعُ فِيْهِ الْأَعْمَالُ إِلَى رَبِّ الْعَالَمِيْنَ فَأُحِبُّ أَنْ يُرْفَعَ عَمَلِيْ وَ أَنَا صَائِمٌ

Ini adalah bulan yang sering dilalaikan banyak orang, bulan antara Rajab dan Ramadhan. Ini adalah bulan dimana amal-amal diangkat menuju Rabb semesta alam. Dan saya ingin ketika amal saya diangkat, saya dalam kondisi berpuasa.”

(HR. An-Nasa’i, Ahmad, dan sanadnya dihasankan Syaikh Al-Albani).

Dan dalam satu riwayat dijelaskan bahwa Rasulullah berkata,

يَطَّلِعُ اللهُ عَزَّ وَجَلَّ عَلَى خَلْقِهِ لَيْلَةَ النِّصْفُ مِنْ شَعْبَانَ فَيَغْفِرُ لِجَمِيْعِ خَلْقِهِ إِلَّا لِمُشْرِكٍ أَوْ مُشَاهِنٍ

Sesungguhnya Allah memperhatikan hamba-Nya pada malam pertengahan Sya’ban. Kemudian Dia akan mengampuni semua makhluknya, kecuali orang musyrik dan orang yang musyahin (orang yang di hatinya ada kebencian kepada sesama umat islam).”

(HR. Ibnu Majah, At-Thabrani, dan disahihkan Al-Albani).

Melalui dua hadis diatas dapat diketahui bahwa pada bulan ini para malaikat melaporkan buku-buku catatan amal manusia kepada Allah SWT. Artinya, malaikat sudah menutup buku catatan amal kita dan menggantikannya dengan buku yang baru. Habib Umar bin Hafidz menjelaskan bahwa “amal yang diangkat” adalah pengertian simbolis dari perbuatan kita kepada Allah. Tentu saja Allah Maha Melihat, Maha Tahu, dan tidak memerlukan apapun untuk mengetahui perbuatan yang kita lakukan, sebab Allah senantiasa mengetahuinya.

Malam nisfu Sya’ban menjadi malam yang sangat diagungkan, karena pada malam itu Allah melimpahkan kasih sayangnya dengan mengampuni dosa dan kesalahan makhlukNya, kecuali mereka yang menyekutukan Allah. 

Tak heran jika di malam nisfu Sya’ban banyak yang berpuasa di siang harinya, mengadakan do’a bersama ba’da maghrib dan shalat sunnah. Oleh karena itu, alangkah baiknya jika kita menghabiskan sisa Sya’ban ini dengan memperbanyak puasa, sedekah, shalawat, dan amal ibadah lainnya. Semoga keberkahan selalu mengiringi kita semua, aamiin.

Leave a Reply

Your email address will not be published.