PRAMUKA GEMBIRA

Jawara Nasional 2017

Jika disebut nama Jawara, maka biasanya imajinasi orang langsung tertuju pada sosok yang berkopeah hitam (peci) berbaju hitam dan celana hitam gombrong sebatas mata kaki dan sudah pasti dengan sebilah golok terselip dipinggang. Sosok jawara ini diidentikan dengan keberadaanya pada wilayah DKI Jakarta dan Banten, mereka banyak tersebar di beberapa wilayah tersebut. Sebut saja tokoh-tokoh Jawara yang berasal dari DKI Jakarta seperti mat bendod, mat citra, mat item di era kemerdekaan dan tokoh Jawara yang ada di Banten antara lain KH. Asnawi Caringin, Buya KH. Ahmad Qurthubi Jaelani, Tb Chasan Shohib dan masih banyak lagi.

Asal-usul kata “Jawara” pun tidak begitu jelas. Sebagian orang berpendapat bahwa Jawara berarti juara, yang berarti pemenang, yang ingin dipandang orang yang paling hebat. Memang bahwa salah satu sifat Jawara adalah selalu ingin menang, yang terkadang dilakukan dengan berbagai cara termasuk dengan cara yang tidak baik. Sehingga seorang Jawara itu biasa bersifat sompral (berbicara dengan bahasa yang kasar dan terkesan sombong), sebagian orang lagi berpendapat bahwa kata “Jawara” berasal dari kata “jaro” yang berarti seorang pemimpin yang biasanya merujuk kepada kepemimpinan di desa, yang kalau sekarang lebih dikenal dengan kepala desa atau lurah. Pada masa dahulu kepala desa atau lurah di Banten dan DKI Jakarta itu mayoritas adalah para Jawara. Para jawara tersebut memimpin kajaroan (desa) namun kemudian terjadi pergeseran makna sehingga Jawara dan jaro menunjukan makna yang berbeda. Sekarang ini Jawara tidak mesti menjadi pemimpin, apalagi menjadi kepala desa atau lurah.

Jawara bermakna pada era kemerdekaan memiliki peranan positif dalam memperjuangkan kemerdekaan indonesia, kemampuan dan kharismanya dalam memimpin pertarungan melawan penjajah menjadi ciri yang melekat pada jawara di daerah banten dan jakarta pada masa itu. Selain kemampuannya sisi lain dari para Jawara adalah tauladan dan keilmuan yang dimiliki, para jawara dinilai cukup berpengaruh dalam hal ilmu pengetahuan baik itu tentang bela diri maupun lingkungan.

Segi teritorial UIN Syarif Hidayatullah Jakarta berada di Provinsi Banten tepatnya di Kota Tangerang Selatan yang berbatasan dengan Jakarta Selatan, namun pada 8 tahun lalu UIN Jakarta masih di wilayah Jakarta Selatan sebelum ditetapkannya Kota Tangsel. Hal tersebut juga berdampak pada sistem administrasi Gudep yang hingga sekarang masih berdomisili di Kwarcab Jakarta Selatan. Munculnya nama Jawara tidak lain karena dalam segi historis dan teritorial UIN Syarif Hdayatullah Jakarta tidak lepas dari 2 Provinsi tersebut. Gerakan Pramuka UIN Syarif Hidayatullah Jakarta mengadopsi Jawara sebagai nama kegiatan yang berarti simbol tauladan keilmuan yang memiliki kemampuan dan kharisma untuk membawa generasi muda mencapai pada titik puncaknya dalam memajukan sebuah bangsa dan negara.

Jawara Nasional 2017 ini menghadirkan warna dalam refleksi memperingati 28 tahun Gerakan Pramuka UIN Syarif Hidayatullah Jakarta Racana Fatahillah – Nyi Mas Gandasari untuk mendedikasikan diri kepada bangsa terkait dengan kepedulian sosial dan lingkungan. Beberapa kegiatan yang akan dilaksanakan antara lain Giat Prestasi Pramuka Penggalang dan Penegak se DKI, Banten, Jabar, LKTI Nasional, World Youth Peace Conference, Forum Diskusi Pandega, Youth Social Expedition. Semoga dalam melaksanakan dan mengimplementasikan kegiatan ini dapat menjadikan berkah dan manfaat.

Salam Pramuka !!!

Berita

Pengumuman Kelulusan 50 Besar Abstrak

Pengumuman Kelulusan 50 Besar Abstrak

Selamat kepada Tim yang lolos ke tahap pembuatan Karya tulis ilmiah. Dan tetap semangat untuk yang b...
Jawara Nasional 2017

Jawara Nasional 2017

Jika disebut nama Jawara, maka biasanya imajinasi orang langsung tertuju pada sosok yang berkopeah h...
UKM Pramuka Ajar Anak-anak Pemulung

UKM Pramuka Ajar Anak-anak Pemulung

Pamulang, UKM Pramuka UIN Jakarta — Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Pramuka UIN Jakarta menggelar kegi...
Pramuka UIN Jakarta Tanam 500 Bibit Kelapa di Cikuya, Tangerang

Pramuka UIN Jakarta Tanam 500 Bibit Kelapa di Cikuya, Tangerang

Tangerang, UKM Pramuka UIN Jakarta – Sedikitnya 500 batang bibit pohon kelapa ditanam di lahan milik...
UKM Pramuka Memperingati Hari Kartini

UKM Pramuka Memperingati Hari Kartini

Kampus UIN, UKM Pramuka UIN Jakarta – Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Pramuka UIN Jakarta membagikan b...
UKM Pramuka Raih Juara Umum di Ajang Liga UKM

UKM Pramuka Raih Juara Umum di Ajang Liga UKM

Gedung Student Center, UKM Pramuka UIN Jakarta — Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Pramuka UIN Jakarta b...
Gerakan Pramuka UIN Jakarta Gelar LPK (Latihan Pengembangan Kepemimpinan)

Gerakan Pramuka UIN Jakarta Gelar LPK (Latihan Pengembangan Kepemimpinan)

Aula Madya,  UKM Pramuka UIN Jakarta — Pramuka UIN Jakarta mengadakan Latihan Pengembangan Kepemimpi...
Rektor: Kegiatan Kepramukaan Positif untuk Cetak Pemimpin Bangsa

Rektor: Kegiatan Kepramukaan Positif untuk Cetak Pemimpin Bangsa

Taman Aula Madya, UKM Pramuka UIN Jakarta –  Kegiatan kepramukaan memiliki nilai positif bagi para m...

Gerakan Pramuka UIN Jakarta Gelar LPK (Latihan Pengembangan Kepemimpinan)

UKM Pramuka Raih Juara Umum di Ajang Liga UKM

Pramuka UIN Jakarta Mengajar di Negeri Ginseng